Sabtu, November 17

Alternatif Bahan Untuk Plat lantai ( Dak )

Dewasa ini banyak bermunculan inovasi bahan dan teknik pengerjaan dalam pekerjaan kontruksi khususnya untuk konstruksi bertingkat. Beberapa inovasi bahan bangunan yang muncul baru – baru khususnya untuk konstruksi plat lantai diantaranya :
  1. Beton Ringan ( HEBEL )
  2. Lantai Kalsi ( Kalsifloor ) 
  3. Steel Floor Deck System
Berikut ini akan saya bahas mengenai kelebihan dan kekurangannya masing – masing. 

 
  • Beton Ringan ( HEBEL )
Beton ringan adalah beton yang memiliki berat jenis (density) lebih ringan daripada beton pada umumnya. Beton ringan bisa disebut sebagai beton ringan aerasi (Aerated Lightweight Concrete/ALC) atau sering disebut juga (Autoclaved Aerated Concrete/ AAC) yang mempunyai bahan baku utama terdiri dari pasir silika, kapur, semen, air, ditambah dengan suatu bahan pengembang yang kemudian dirawat dengan tekanan uap air. Tidak seperti beton biasa, berat beton ringan dapat diatur sesuai kebutuhan. Pada umumnya berat beton ringan berkisar antara 600 – 1600 kg/m3. Karena itu keunggulan beton ringan utamanya ada pada berat, sehingga apabila digunakan pada proyek bangunan tinggi (high rise building) akan dapat secara signifikan mengurangi berat sendiri bangunan, yang selanjutnya berdampak kepada perhitungan pondasi.
Kelebihan :

  • Karena ukurannya yang akurat tetapi mudah dibentuk, sehingga dapat meminimalkan sisa-sisa bahan bangunan yang tak terpakai.
  • Hebel dapat mempermudah proses konstruksi. Untuk membangun sebuah gedung dapat diminimalisir produk yang akan digunakan. Misalnya tidak perlu batu atau kerikil untuk mengisi lantai beton.
  • Bobotnya yang ringan mengurangi biaya transportasi. Apalagi pabrik Hebel dibangun sedekat mungkin dengan konsumennya.
  • Karena ringan, tukang bangunan tidak cepat lelah. Sehingga cepat dalam pengerjaannya.
  • Semennya khusus cukup 3 mm saja.
  • Mengurangi biaya struktur besi sloff atau penguat.
  • Mengurangi biaya penguat atau pondasi
  • Waktu pembangunan lebih pendek.
  • Tukang yang mengerjakan lebih sedikit. Sehingga secara keseluruhan bisa lebih murah dan efisien
  • Tahan panas dan api, karena berat jenisnya rendah.
  • Kedap suara
  • Tahan lama, kurang lebih sama tahan lamanya dengan beton konvensional
  • Kuat tetapi ringan, karena tidak sekuat beton. Perlu perlakuan khusus. dibebani AC menggunakan fisher FTP, Wastafel fisher plug FX6/8, panel dinding fisher sistem injeksi.
  • Anti jamur, Tahan gempa, Anti serangga
  • Biaya perawatan yang sedikit, bangunan tak terlalu banyak mengalami perubahan atau renovasi hingga 20 tahun.
  • Nyaman dan aman, karena tidak mengalami rapuh, bengkok, berkarat, korosi.
 
Kekurangan : 

  • Karena ukurannya yang besar, untuk ukuran yang tanggung, akan memakan waste yang cukup besar. Diperlukan keahlian tambahan untuk tukang yang akan memasangnya, karena dampaknya berakibat pada waste dan mutu pemasangan.
  • Perekat yang digunakan harus disesuaikan dengan ketentuan produsennya, umumnya adalah semen instan.
  • Nilai kuat tekannya (compressive strength) terbatas, sehingga sangat tidak dianjurkan penggunaan untuk perkuatan (struktural).
  • Harganya cenderung lebih mahal dari bata konvesional. Di pasaran, beton ringan dalam bentuk bata dijual dalam volume m3, sehingga dengan ukuran 60cmx20cmx10cm / m3 bata ringan terdiri dari 83 buah. Jika dikonversikan dalam m2 maka 1 m2 terdiri dari 8.5 buah. Harga per bata kurang lebih Rp. 5.500,-, sehingga harga per m2 nya Rp.46.750,-. Belum termasuk semen instan dan ongkos pasangnya.

  • Lantai Kalsi ( Kalsifloor )
KalsiFloor 20 adalah papan penutup lantai dengan ketebalan 20 mm yang digunakan untuk aplikasi ruang dalam pada rumah, apertemen dan bangunan-bangunan umum dengan beban yang besar. Diaplikasikan dengan menyekerupkan rangka baja (desain disesuaikan dengan beban hidup dan parameter lainnya), dapat digunakan untuk mezzanine, ruangan tambahan dan lain-lain dengan persiapan konstruksi yang lebih cepat.

Kelebihan :
  • Beban struktur lebih ringan
  • Sistem pemasangan mudah, bersih, flexibel dan tahan terhadap gempa
  • Pada modul 600 x 1200 mm, instalasi dapat menahan beban hingga 800Kg.
  • Berat rata – rata dalam 1m2 hanya 29.17 kg
  • Tahan air dan rayap
  Kekurangan :

  • Jika digunakan untuk lantai dengan beban besar, harus dilapisi dengan adukan  semen dan keramik agar tidak terjadi gesekan dan benturan.
  • Harus menggunakan rangka baja untuk perlekatannya.

  • Steel Floor Deck System
Steel floor deck merupakan plat baja Galvanized pengganti papan bekisting yang juga berfungsi sebagai penahan beban lantai. terbuat bari bahan baja hight tensile dengan mutu G550, tebal 0.75 mm ( juga digunakan untuk rangka atap baja ringan ) berbentuk gelombang dengan lebar efektif 1 m.
Kelebihan :
  • Lebih ekonomis dan lebih cepat / efisien dalam pemasangan
  • Dapat menghemat semen, bekisting dan perancah sekitar 25 %
  • Anti karat
  • Harga sekitar Rp.138.000 / m2 sehingga jika dihitung bisa lebih murah.
Kekurangan :
  • Karena plat baja dapat memuai dan menyusut karena temperatur maka disarankan memakai Tulangan Susut yang berfungsi selain untuk mengatasi keretakan lantai beton akibat perubahan temperature dan membagi beban merata. Untuk plat antara 9-12 cm, bisa digunakan jaring kawat beton berdiameter 5 mm dan 8 mm untuk tebal antara 13-16 cm.
  • Karena baja terlihat dari bawah bagi sebagian orang mungkin akan terasa mengurangi keindahan namun hal tersebut bisa diatas dengan diberi penutup plafond. 







 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar